Baterai nuklir ini sering disingkat dengan baterai CPD (Contact Potential Difference). Elektrode yang digunakan adalah 2 jenis bahan logam yang mempunyai sifat work function yang sangat berbeda. Work function suatu bahan adalah energi yang diperlukan untuk membebaskan elektron keluar dari orbitnya. Bahan elektrode yang mempunyai work fuction yang sangat jauh berbeda adalah Seng (Zn) dan Karbon. Ruang di antara kedua elektrode, yaitu antara bahan logam yang mempunyai sifat work funcion tinggi dan bahan logam yang mempunyai work function rendah, diisi medium berwujud gas, yaitu Tritium yang setiap saat dapat diionisasikan oleh radioisotop sehingga menghasilkan elektron dan ion positif.
Hasil ionisasi (elektron dan ion) akan menuju ke masing-masing elektrodenya sesuai dengan matan listrik yang dibawanya. Penyerahan muatan listrik ke masing-masing elektrode akan menimbulkan arus listrik searah secara berkesinambungan. Radioisotop yang digunakan sama dengan Baterai Nuklir High Speed Electrons Battery yaitu Strontium-90 (Sr-90). Struktur baterai nuklir CPD dapat dilihat pada gambar berikut :
Keterangan :
1 = Bahan ber-work function tinggi
2 = Bahan ber-work funtion rendah
3 = Wadah
4 = Gas Radioaktif
Sumber : Wardhana, Wisnu Arya.2006.Teknologi Nuklir, Proteksi Radiasi dan Aplikasinya.Yogyakarta : Penerbit ANDI


17.55
Arif
